Terbentuknya Kota Baubau secara otonom dan mandiri berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2001 merupakan peluang sekaligus tantangan didalam mengisi pembangunan daerah sebagaimana tuntutan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat yang digariskan dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan kewenangan Otonomi Daerah dimaksud, Pemerintah Kota Baubau dituntut untuk meningkatkan kemandirian melalui prakarsa dan inisiatif didalam menggali potensi yang tersedia untuk sebesar- sebesarnya dikelola dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Kota Baubau.

Location quotient (LQ) adalah salah satu dari perangkat analisis ekonomi yang di gunakan untuk melihat sektor unggulan di suatu wilayah atau biasa juga disebut sektor basis. Analisis ini juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat spesialisasi sektor-sektor ekonomi di suatu daerah atau sektor-sektor apa saja yang merupakan leading sektor.

Adapun formulasinya adalah sebagai berikut:

Dimana:

LQ adalah Location Quotient

Si adalah nilai tambah sectoral (i) secara regional

PDRB adalah produk domestic regional bruto

Si adalah nilai tambah sectoral (i) secara nasional

PDB adalah produk domestik bruto (Harafah, 10).

 

Berdasarkan formulasi diatas, maka hasil perhitungan LQ dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Jika LQ > 1, maka dapat dikatakan bahwa produk / komoditas tersebut adalah basis yang berarti sektor tersebut unggul.
  2. Jika LQ < 1, maka dapat dikatakan bahwa produk / komoditas tersebut adalah non basis yang berarti sektor tersebut tidak unggul.
  3. Sedangkan jika LQ=1 maka dapat dikatakan bahwa produk/komoditas tersebut adalah unitary yang berarti sector tersebut hanya cukup untuk wilayah yang bersangkutan, tidak bias di ekspor dan juga tidak memerlukan impor.

Dari hasil perhitungan nilai LQ sektor di Kota Bau-Bau, ada 13 sektor yang nilai LQ>1 yang menunjukkan bahwa sektor tersebut adalah sektor basis. Hanya 4 sektor dari 17 sektor yang nilai LQ<1, artinya lebih dari 76% sektor yang unggul.

Pada tabel 1 juga kita dapat melihat bahwa dari tahun 2011 sampai 2015 yang nilai LQ>1 konsisten selama 5 tahun berturut-turut. Sedangkan yang nilai LQ<1 juga konsisten tidak ada perubahan selama kurun waktu 2011-2015.

Bahkan ada yang nilai LQ mencapai 2 yaitu sektor penyedia akomodasi, makan dan minum kemudian sektor jasa lainnya. Kita tahu bahwa di Kota Bau-Bau ada banyak destinasi wisata yang salah satunya adalah peninggalan kesultanan buton. Dengan datangnya wisatawan di Kota Bau-Bau maka otomatis akan meningkatkan permintaan akan penyedia akomodasi, makan dan minum. Tingkat hunian hotel akan meningkat begitu pula permintaan akan makan minum. Kemudian jasa-jasa lain yang terkait dengan pariwisata akan meningkat seiring dengan meningkatnya sektor ini. Nilai LQ yang dihasilkan juga fluktuatif dari tahun ke tahun.

Sumber data : BPS