Hosting Unlimited Indonesia

INVESTASI

Literatur : N. GREGORY MANKIW (Teori Makro ekonomi )

Investasi merupakan unsur GDP yang paling sering berubah. Ketika pengeluaran atas barang dan jasa turun selama resesi, sebagian besar dari penurunan itu berkaitan dengan anjloknya pengeluaran investasi. Para ekonom mempelajari investasi untuk memahami fluktuasi dalam output barang dan jasa perekonomian dengan lebih baik.

Ada tiga bentuk pengeluaran investasi, yaitu :

  1. Investasi Tetap Bisnis, Investasi tetap bisnis (business fixed investment) mencakup peralatan dan struktur yang perusahaan beli untuk proses produksi. Bagian terbesar dari pengeluaran investasi, yaitu kira-kira tiga perempat dari totalnya, adalah investasi tetap bisnis. Istilah “bisnis” berarti barang-barang investasi ini dibeli oleh perusahaan untuk digunakan dalam produksi masa depan. Istilah “tetap” berarti bahwa pengeluaran ini adalah untuk modal yang akan menetap untuk sementara, sebagai lawan dari investasi persediaan, yang akan digunakan atau dijual dalam waktu dekat. Investasi tetap bisnis mencakup segala sesuatu dari mesin faks sampai pabrik, dari komputer sampai mobil perusahaan.Model investasi tetap bisnis standar disebut model investasi neo-klasik (neoclassical model investment). Model neo-klasik mengkaji manfaat dan biaya bagi perusahaan pemilik barang-barang dan modal. Model tersebut menunjukkan bagaimana tingkat investasi selain persediaan modal dikaitkan pada produk marginal, tingkat bunga, dan aturan perpajakan yang mempengaruhi perusahaan.Perubahan dalam persediaan modal, yang disebut investasi bersih (net investment), bergantung pada perbedaan antara produk marjinal modal dan biaya modal. Jika produk marjinal modal melebihi biaya modal, perusahaan-perusahaan menganggap akan menguntungkan bila mereka menambah persediaan modal. Jika produk marjinal modal kurang dari biaya modal, mereka membiarkan persediaan modal mengecil. Produk marjinal modal menentukan harga sewa riil modal. Tingkat bunga riil, tingkat penyusutan, dan harga relative barang-barang modal menentukan biaya modal. Menurut model neoklasik, perusahaan-perusahaan berinvestasi jika harga sewa lebih besar dari biaya modal, dan mereka melakukan disinvestasi jika harga sewa kurang dari biaya modal. Model neoklasik menyatakan bahwa investasi bergantung pada q Tobin, rasio dari nilai pasar modal terpasang terhadap biaya penggantiannya. Rasio ini mencerminkan kemampulabaan sekarang dan masa depan dari modal. Semakin tinggi q, semakin besar nilai pasar modal terpasang relatif terhadap biaya penggantiannya, dan semakin besar insentif untuk investasi.
  2. Investasi Residensial, Investasi residensial (residential investment) mencakup perumahan baru yang orang beli untuk ditinggali dan yang dibeli tuan tanah untuk disewakan.Model investasi dalam perumahan serupa dengan teori q investasi tetap bisnis. Menurut teori q, investasi tetap bisnis bergantung pada harga pasar dari modal terpasang relatif terhadap biaya penggantiannya. Harga relatif ini, sebaliknya bergantung pada laba yang diharapkan dari memiliki modal terpasang. Menurut model pasar rumah ini, investasi residensial bergantung pada harga relatif rumah. Harga relatif  rumah, sebaliknya bergantung pada permintaan terhadap rumah, yang bergantung pada harga sewa yang orang harapkan bila ia menyewakan rumahnya. Maka, harga relatif rumah memainkan banyak peran yang sama untuk investasi residensial sebagaimana teori q Tobin untuk investasi tetap bisnis.Investasi residensial bergantung pada harga relatif rumah. Harga rumah sebaliknya bergantung pada permintaan rumah dan penawaran rumah saat ini. Kenaikan dalam permintaan rumah, misalnya karena turunnya tingkat bunga, meningkatkan harga rumah dan investasi residensial.
  3. Investasi Persediaan, Investasi persediaan (inventory investment) mencakup barang-barang yang perusahaan tempatkan di gudang, termasuk bahan-bahan dan perlengkapan, barang setengah jadi, dan barang jadi. Investasi persediaan merupakan komponen pengeluaran terkecil, rata-rata 1% dari GDP. Tetapi cirri keberubahannya membuatnya menjadi pusat studi dari fluktuasi ekonomi. Pada masa resesi, perusahaan menghentikan menambah persediaan begitu barang dijual, dan investasi persediaan menjadi negatif. Pada resesi, lebih dari separuh penurunan dalam pengeluaran berasal dari penurunan dalam investasi persediaan.Perusahaan mempunyai berbagai motif untuk menyimpan persediaan, memperlancar produksi, menggunakannya sebagai faktor produksi, menghindari kehabisan barang, dan menyimpan barang setengah jadi. Salah satu model investasi persediaan yang bekerja dengan baik tanpa menerima motif tertentu adalah model percepatan. Menurut model ini, persediaan bergantung pada tingkat GDP, dan investasi persediaan bergantung pada perubahan dalam GDP.

Jika kita memperhatikan berbagai model investasi, kita dapatkan tiga tema yaitu sebagai berikut:

Pertama, semua bentuk pengeluaran investasi berkaitan secara terbalik dengan tingkat bunga. Tingkat bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya modal bagi perusahaan-perusahaan yang berinvestasi dalam pabrik dan peralatan, meningkatkan biaya peminjaman bagi para pembeli rumah, dan meningkatkan biaya menyimpan persediaan.

Kedua, ada berbagai kasus pergeseran dalam fungsi investasi. Kemajuan teknologi meningkatkan produk marjinal modal dan investasi tetap bisnis. Kenaikan dalam populasi meningkatkan permintaan atas rumah dan investasi residensial. Yang terpenting, berbagai kebijakan ekonom, seperti perubahan dalam kredit pajak investasi dan pajak pendapatan perusahaan, mengubah insentif untuk investasi dan menggeser fungsi investasi.

Ketiga, adalah wajar mengharapkan investasi berubah-ubah selama siklus bisnis, karena pengeluaran investasi bergantung pada output perekonomian sebagaimana tingkat bunga. Dalam model investasi tetap bisnis neoklasik, kesempatan kerja yang lebih tinggi meningkatkan produk marjinal modal dan insentif untuk investasi. Output yang lebih tinggi juga meningkatkan laba perusahaan  dan dengan demikian menurunkan batasan pendanaan yang dihadapi perusahaan. Selain itu, pendapatan yang lebih tinggi meningkatkan permintaan atas rumah, yang selanjutnya meningkatkan harga rumah dan investasi residensial. Output yang lebih tinggi meningkatkan persediaan yang akan disimpan perusahaan, mendorong investasi persediaan. Model-model investasi memprediksi bahwa ledakan ekonomi seharusnya mendorong investasi dan resesi seharusnya menekan investasi.